NUSAPERDANA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak naik pada perdagangan awal pekan ini seiring sinyal teknikal yang masih didominasi bullish. Sejumlah analis merekomendasikan saham pilihan dari sektor energi, perbankan, hingga konsumer untuk dicermati investor. Level support IHSG berada di kisaran 5.973–5.851, sementara resistance di 6.180–6.267.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai IHSG masih berpeluang naik karena secara teknikal didominasi bullish, seiring keberhasilan indeks rebound dari level support terdekat. Sinyal positif itu tecermin dari indikator Stochastics KD dan RSI yang masih menunjukkan momentum kenaikan.
"Indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun volume perdagangan mulai menurun," kata Nafan dalam keterangannya.
Sentimen Global Mulai Mereda, Harga Minyak Melandai
Sentimen yang menyongsong IHSG pekan ini ditopang indikator fundamental dalam negeri serta meredanya tekanan negatif dari global. Investor global menyoroti kekhawatiran geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mulai mereda setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu 3 November 2026.
Kondisi itu membuat harga minyak mentah Brent melandai 0,29% ke US$ 104,42 per barel. Penurunan harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter lebih akomodatif pada 28 Oktober 2026, dengan probabilitas suku bunga tetap sebesar 82,3%.
Nafan menjelaskan, dampaknya ke pasar saham Indonesia relatif positif jika harga minyak terus melandai dan saham global terus menguat. Rupiah pun cenderung stabil dengan terapresiasi 0,09% di level Rp 17.899 per dolar AS, sehingga memberikan ruang stabilitas bagi sektor perbankan jumbo dan industri berbasis impor.
Rekomendasi Saham dari Mirae Asset Sekuritas
Nafan merekomendasikan sejumlah saham dengan target harga berjenjang:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) — target harga 4.570, 4.640, dan 6.500
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — target harga 186, 192, dan 248
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) — target harga 1.730, 1.790, dan 1.880
Pandangan BinaArtha Sekuritas: Waspadai Skenario Tren Turun
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memandang IHSG telah menembus di bawah level 6.019 pada Jumat lalu. Menurutnya, penembusan itu menjadi sinyal adanya kemungkinan melanjutkan tren turun sedikitnya ke 5.942 atau sekaligus menguji support Fibonacci di 5.850.
Skenario penurunan itu sangat mungkin terjadi, kecuali IHSG naik di atas level 6.179. Level support IHSG berada di 5.942, 5.850, 5.768, dan 5.607, sementara level resisten berada di 6.261, 6.423, dan 6.552. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral.
Saham Pilihan BinaArtha Sekuritas
Ivan merekomendasikan empat saham untuk dicermati investor, mencakup sektor konsumer, perbankan, dan industri pengolahan:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP)
Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor
Kedua analis menawarkan skenario yang saling melengkapi. Nafan melihat peluang kenaikan selama IHSG bertahan di atas area support dan sentimen global terus membaik. Ivan justru mengingatkan risiko tren turun jika indeks gagal kembali ke atas level 6.179.
Bagi investor, area 6.179 menjadi level kunci yang menentukan arah pergerakan indeks dalam beberapa sesi ke depan. Selama indeks bertahan di bawah level itu, tekanan jual berpotensi mendominasi. Sebaliknya, penembusan ke atas membuka ruang penguatan menuju resistance 6.261.
Penafian: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.